Album debut trio ini unik banget, serasa dengar piringan hitam

Album debut trio ini unik banget, serasa dengar piringan hitam

Album debut trio ini unik banget, serasa dengar piringan hitam

willhorse.com - Masih ingat NonaRia? Itu lho trio perempuan berambut keriting dengan talenta musik yang unik. Trio yang digawangi Nesia Ardi (Vocal & Snare), Nanin Wardhani (Piano/Akordeon) dengan permainan bergaya stride, dan Yasintha Pattiasina si penggesek Biolin akhirnya meluncurkan album debut mereka bertajuk NonaRia, Jumat (26/1).

Album trio yang menawarkan genre jazz ini berisi 8 lagu original yang diciptakan, diaransemen serta mereka produseri sendiri. Oh iya, album ini merupakan mimpi besar mereka yang sudah lama dinantikan.

Maklum, ketiga musisi ini punya kesibukan masing-masing. Yasintha Pattiasina sering tampil bersama Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta Concert Orchestra. Sedangkan Nanin aktif sebagai penata musik latar di beberapa film layar lebar. Lalu Nesia dipercaya menyanyikan kembali lagu Letnan Hardy dalam album aransemen ulang lagu orisinil Film Tiga Dara.

Proses pengerjaan album dibantu beberapa musisi pendukung, seperti Maha Nimrod Purba dan Ahot Fenderico yang memainkan kontrabas, dan Junior Soemantri yang menyumbangkan suara merdu beserta petikan gitarnya pada lagu Sebusur Pelangi.

Meski mereka punya skema musik yang berbeda, namun sukses merilis album yang bisa dinikmati berbagai kalangan dan lintas generasi. Album ini ibarat membawa pendengarnya ke dalam mesin waktu, mulai dari lirik lagu, pilihan nada, hingga karakter audio yang menyerupai piringan hitam.

Musik NonaRia bakal membawa generasi terdahulu pada kenangan masa lalu. Sedangkan untuk generasi yang lebih muda, inilah musik Indonesia di masa lalu dengan warna masa kini.

Uniknya, semua lagu yang ada dalam album ini terinspirasi dari kejadian sehari-hari di sekitar kita. Misalnya lagu Antri Yuk!  Menggambarkan keadaan jalanan ibukota, di mana budaya antre merupakan hal yang sangat langka. Begitu juga dengan lagu Sayur Labu yang menggambarkan nikmatnya masakan rumahan khas Indonesia. Sedangkan lagu Santai menceritakan suasana santai menikmati senja, dan sebagainya.

Dalam menyajikan album ini, semua lagu dikemas dengan gaya musik-musik klasik era 1950-1960-an. Irama musik ceria yang dipadu dengan lirik sederhana menambah unik album ini. Simak saja penggalan lirik lagu lagu Sayur Labu ini :

“Aku tengok dapurku

Kulihat ada Ibuku

Lekas saja kubantu

Masak sayur labu.”

Nggak cuma dari sisi lagu, musik dan aransemen yang dibuat unik. Tampilan sampul album garapan illustrator grafis Hari Prast ini pun disajikan dengan konsep ilustrasi karakter komikal ketiga anggotanya.

Nah kamu yang ingin menikmati album ini sudah bisa mendapatkan fisik cakram digital di toko-toko yang didistribusikan Demajors Independent Music Industry (DIMI) di seluruh Indonesia lho.

Sedangkan rilis digital dapat diperoleh di channel iTunes, Spotify, Joox dan beberapa platform digital satu minggu setelah rilisan fisik beredar. Selamat mendengarkan.